Menghitung Hari Aqiqah

Posted by on November 13, 2016 in Ketentuan Syariat Aqiqah | 0 comments

Kapan hari terbaik untuk ibadah aqiqah anak anda? dan bagaimana cara menghitung hari untuk aqiqah?

 

Menghitung Hari Aqiqah

menghitung hari aqiqah

Menghitung Hari Aqiqah

Anda berencana mengaqiqahkan anak Anda? Rencana kapan Anda akan menyelenggarakannya? Pada hari ke tujuh kah atau akan dilaksanakan setelah hari ketujuh? Tapi, tahukah Anda bagaimana menghitung hari ketujuh? Simaklah ulasan dari warung jasa aqiqah berikut ini untuk mengetahui perhitungan hari ketujuh aqiqah.

Untuk mengulas hal tersebut, kita mengacu pada Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyah (30:278) yang menjelaskan bahwa mayoritas ulama pakar fiqih memandang bahwa waktu siang pada hari lahirnya si bayi merupakan awal hitungan tujuh hari. Sedangkan malam hari tidak termasuk dalam perhitungan awal hari. Misalkan ada seorang bayi yang lahir pada hari kamis 10/11 pukul tujuh pagi, maka hitungan hari ketujuh dimulai pada hari Kamis. Sehingga hari ketujuh waktu pelaksanaan aqiqah adalah hari Rabu (16/11). BIla seorang bayi lahir pada hari Kamis (10/11) pada pukul tujuh malam, maka hitungannya tidak dimulai dari hari Kamis, tetapi dimulai hari Jumat keesokan harinya (11/11). Sehingga hari ketujuh untuk dilaksanakan aqiqah adalah pada hari kamis (17/11). Nah, setelah ditentukan waktunya anda perlu baca sebuah tips aqiqah yang murah.

Imam Nawawi mengatakan akan sunnnahnya hari ke-7 pelaksanaan aqiqah. Nah, pertanyaannya adalah hari kelahiran masuk perhitungan atau tidak? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita tinjau dua pendapat sebagaimana disebut oleh Asy-Syasyi dan ulama lainnya. Yang pertama, pendapat paling shahih menyatakan bahwa hari kelahiran termasuk dalam perhitungan hari ketujuh aqiqah, sehingga hari pelaksanaan aqiqah adalah enam hari setelah hari kelahiran. Pendapat yang lain menyatakan bahwa hari kelahiran tidaklah dimasukkan dalam perhitungan, sehingga aqiqah dilaksanakan tujuh hari setelah kelahiran. Pendapat kedua ini tersebut dalam kitab Al-Buyuthi. Namun, kebanyakan dari madzhab Syafi’i menggunakan pendapat pertama untuk menentukan hari ketujuh aqiqah.

Hadist yang mendukungnya adalah hadist berikut, yang artinya:
Dari Samuah bin Jundub, Nabi Salallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud no. 2838, An-Nasai no. 4225, Ibnu Majah no. 3165, Ahmad 5: 12. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih). Dalam hadist tersebut, yang dimaksudkan Hari adalah waktu Siang hari.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *